Senin, 10 September 2012

gambar ilustrasi


Gambar Ilustasi

A.                Pengertian

Istilah ilustrasi berasal dari bahasa Latin Ilustrare yang berarti menjelaskan. Penjelasan ini berhubungan dengan buku penjelasan, buku ilmiah, buku cerita, karya sastra, majalah, dan surat kabar.  Selain itu, ilustrasi dapat berfungsi untuk menghias halaman buku atau majalah dan surat kabar pada kolom-kolom tertentu. Jadi, gambar ilustrasi merupakan karya seni rupa dua dimensi yang bertujuan untuk memperjelas suatu pengertian.

B.                 Sejarah Perkembangan Seni Ilustrasi di Indonesia

Seni ilustrasi di Indonesia sudah dikenal sejak lama, hanya tidak
dipopulerkan seperti saat ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya gambar-gambar yang terdapat dilembaran daun lontar yang fungsinya juga sebagai juga sebagai penghias. Contoh lainnya yaitu wayang beber. Wayang ini berupa lembaran ilustrasi yang ceritanya dituturkan di muka umum oleh seorang dalang, bukan dimainkan seperti boneka (wayang kulit dan wayang golek). Sedangkan seni ilustrasi modern seperti yang kita kenal sekarang baru berkembang sejak masa penjajahan Belanda.

1.      Masa Penjajahan Belanda
Ketika Balai Pustaka didirikan pada tanggal 22 September 1917, banyak bermunculan ilustrator dari Indonesia yang bekerja di majalah Panji terbitan Balai Pustaka. Misalnya Ardisoma, Abdul Salam, Kasidi, Nasroen, dan sebagainya. Selain itu, juga banyak ilustrator Belanda seperti J. Van der Heyden, Juan Sluiters, dan Susan Beynon. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya buku-buku terbitan Indonesia yang menggunakan illustrator Belanda.


2.      Masa Pendudukan Jepang
Pada masa ini, kemajuan Pemuda Indonesia pada bidang penerbitan dan penulisan memuat pemerintahan Jepang merasa khawatir dan curiga akan terjadinya pemberontakan sehingga dibentuklah badan sensor. Tujuannya agar setiap hasil karya para pemuda yang keluar sesuai dengan keinginan pemerintah Jepang. Ilustrator yang terkenal pada saat itu adalah : Karyono, Norman Camil, dan Surono yang bekerja pada majalah Asia Raya.


3.      Masa Orde Lama
Indonesia mulai membuat ilustrasi untuk uang kertas sendiri pada masa ini. Dengan kemajuan yang pesat dibidang teknologi penerbitan dan ilustrasi maka pada tahun 1951 pelukis Oesman Effendi dan illustrator Abdul Salam dikirim ke Belanda untuk mempelajari cara-cara membuat ilustrasi pada uang kertas, yang nantiya teknik-teknik ini akan diajarkan ditanah air.

4.      Masa Orde Baru
Pada periode ini illustrator Indonesia berkembang dengan pesat bagaikan jamur tumbuh di musim hujan, terutama ilustrasi buku-buku cerita maupun buku pengetahuan dari berbagai penerbitan.
berikut ini adalah illustrator yang bekerja pada majalah atau Koran terbitan Indonesia. Di antaranya :
v  Henk Ngantung, pada majalah Intisari,
v  Delsy Syamsumar, pada majalah Varia,
v  G.M. Sidharta, pada harian Kompas,
v  Danarto, MulyadiW., Ipe Ma’ruf, pada majalah si Kuncung,
v  Teguh Santoso, pada majalah Tanah Air,
v  Cahyono, Adi Permadi, pada majalah Bobo,
v  S. Prinka, pada majalah Tempo,
v  Prie G.S. Gunawan, pada harian Suara Merdeka dan Cempaka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar